Selasa, 27 Juli 2010

Perubahan Fisiologis Pada Masa Nifas

Masa nifas (puerperium) adalah masa setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu (Abdul Bari. S, dkk, 2002)

1. Pembagian Masa Nifas

Nifas dibagi dalam 3 periode :

  1. Puerperium dini, yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan. Dalam agama Islam dianggap telah bersih dan boleh bekerja setelah 40 hari.
  2. Puerperium intermedial, yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genitalis yang lamanya 6 - 8 minggu.
  3. Remote Puerperium, waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi.

Periode post partum menyebabkan stress emosional terhadap ibu baru bahkan lebih menyulitkan bila terjadi perubahan fisik yang hebat.

Faktor-faktor yang mempengaruhi suksesnya masa transisi ke masa menjadi orang tua pada masa post partum adalah :

- Respon dan dukungan keluarga dari teman

- Hubungan dari pengalaman melahirkan terhadap harapan dan aspirasi

- Pengalaman melahirkan dan membesarkan anak yang lalu

- Pengaruh budaya

Adaptasi psikososial pada waktu post partum di bagi menjadi 3 periode :

a. Periode Taking In.

1) Periode ini terjadi 1-2 hari sesudah melahirkan. Ibu baru pada umumnya pasif dan tergantung, kekhawatiran akan tubuhnnya.

2) Ia akan mungkin mengulang pengalamannya pada waktu bersalin dan melahirkan.

3) Tidur sangat penting bila ibu ingin mencegah gangguan tidur, pusing, iritable, interverensi dengan proses pengembalian keadaan normal.

4) Peningkatan nutrisi mungkin dibutuhkan karena selera makan ibu biasanya berkurang, berkurangnya nafsu makan menandakan pengendalian kondisi ibu yang tidak berlangsung normal.

b. Periode Taking Hold.

1) Periode ini berlangsung pada hari ke 2-4 hari post partum. Ibu menjadi perhatian pada kemampuannya menjadi orang tua yang sukses dan mcningkatkan tanggung jawab terhadap bayinya.

2) Ibu berkonsentrasi pada pengontrolan fungsi tubuhnya, BAD, BAK, kekuatan dan ketahanan tubuhnya.

3) Ibu berusaha keras untuk menguasai tentang keterampilan perawatan bayi misalnya menggendong, menyusui, memandikan dan memasang popok.

Pada masa ini ibu agak sensitif dan merasa tidak mahir dalam melakukan hal-hal tersebut cenderung menerima nasehat bidan atau perawat karena ia terbuka untuk menerima pengetahuan dan kritikan yang bersifat pribadi. Pada tahap ini bidan penting memperhatikan perubahan yang mungkin terjadi.

c. Periode Letting Go.

1) Periode ini biasanya setelah pulang ke rumah dan sangat berpengaruh terhadap waktu dan perhatian yang diberikan oleh keluarga.

2) Ibu mengambil tanggung jawab terhadap perawatan bayi, ia harus beradaptasi terhadap kebutuhan bayi yang sangat tergantung yang menyebabkan berkurangnya hak ibu, kebebasan dan hubungan sosial.

3) Defresi post partum umumnya terjadi pada periode ini.

Defresi post partum

1. Banyak ibu mengalami perasaan “Let Down” setelah melahirkan, sehubungan dengan seriusnya pengalaman waktu melahirkan dan keraguan akan kemampuan untuk mengatasi secara efektif dalam membesarkan anak.

2. Umumnya defresi ini sedang dan mudah berubah, dimulai 2-3 hari setelah melahirkan dan dapat diatasi antara 1-2 minggu kemudian.

3. Jarang, agak jarang defresi sedang mengalami sikosis post partum atau menjadi patologis.

Peran dan tanggung jawab bidan dalam masa nifas

Bidan memiliki peranan yang unik di dalam merawat dan memberikan manajemen kebidanan dari seorang ibu dan keluarga selama proses kelahiran. Bidan dapat memberikan baik terhadap fisik ataupun psikologis ibu atas pengalamannya melalui kepekaan dan keahlian yang tepat. Bidan dapat memberikan informasi yang tepat mengenai kebutuhan ibu selama masa post partum. Asuhan yang dapat diberikan bidan terhadap kebutuhan ibu dan bayi antara lain :

- mendukung dan memantau kesehatan fisik ibu dan bayi

- mendukung dan memantau kesehatan psikologis, emosi dan sosial serta memberikan semangat pada ibu

- membantu ibu dalam menyusui bayinya dengan memberikan manfaat AS1 eksklusif

- membantu dalam hubungan ibu dan bayinya serta penerimaan bayinya dalam keluarga

- membantu kepercayaan diri ibu dalam pelaksanaan sebagai ibu

- mendukung pendidikan kesehatan termasuk dalam peranannya sebagai orang tua.

Bidan juga dapat berperan sebagai teman bagi ibu dan keluarga dengan memberikan nasehat diantaranya :

· Bagi Ibu

a. Ibu dianjurkan untuk mendidik dirinya. Bila ada sejarah depresi dalam keluarga atau dirinya sendiri, maka anda beresiko mengalami depresi setelah melahirkan.

b. Terimalah apa yang ada rasakan atau mood swings merupakan hal yang normal setelah melahirkan, demikian Sharon Thomason, Ph. D. Seorang ahli psikologi di jaringan CIGNA Behavioral Health. Ijinkan diri anda untuk berbicara mengenai perasaan-perasaan anda, baik yang negatif maupun positif.

c. Berterus teranglah, Dr. Thomason mengusulkan “Mintalah pertolongan sehubungan dengan bayi baru anda, tidak saja untuk hal yang bersifat fisik tapi juga dukungan emosional”

· Bagi Keluarga

a. Jadilah penuh pengertian, “dengarkanlah perasaaan seorang ibu, tetapi jangan mencoba memperbaikinya. Katakan padanya bahwa anda mcncintainya”.

b. Waspadalah sympton-sympton depresi. Tanyakan pada ibu apa yang ia rasakan apakah ia bisa makan dan minum dengan nyaman.

Ilmu Faal Psikologi dan Manajemen Nifas

Nifas adalah masa 6 minggu setelah dikelurkannya plasenta. Sejak waktu itu sejumlah perubahan psikologis dan fisiologis berlangsung. Organ/bagian badan reproduksi kembali ke bukan status hamil, berbeda dengan perubahan psikal selama kehamilan, yaitu siklus masa menyusui anak yang membentuk hubungan erat antara bayi dan orang tuanya, dimana sang ibu memulihkan diri dan tekanan kepedulian pada pemeliharaan bayinya, seperti kepedulian mengasuh bayinya, sepanjang masa nifas harus berdasarkan pada 3 prinsip utama, yaitu :

o Mempromosikan fisik

o Dari keluarga ibu dan bayi memberi harapan kepada metode bunyi

o Memberi bayi makan serat dan mempromosikan perkembangan maternal anak, baik berhubungan dengan pendukung dan memperkuat keyakinan ibu pada dirinya dan memungkinkannya untuk memenuhinya pengasuhan kepada personil keluarga atau situasi budaya tertentu.

Oxytosin oleh kelenjar pituitari dan bertindak sesuai dengan muskulus berkenaan kandungan dan atas jaringan tipis dada sepanjang langkah yang tenaga kerja tindakan oxytosin menyempurnakan separasi plasenta kemudian berlanjut untuk bertindak sesuai dengan serat otot yang berkenaan dengan kandungan mengurangi menuju plasenta dan mencegah haemorrhage di dalam wanita yang memilih untuk menyusui bayi mereka yang masih menyusui untuk bayi merangsang pengeluaran oxytosin lebih lanjut ini membantu untuk melancarkan keluarnya air susu. Setelah plasenta keluar siklus tingkat manusia gonadotropin chorionic plasenta lactogen estrogen dan progesteron menurun dengan cepat dan ini menyempurnakan sejumlah perubahan fisiologis. Di dalam estrogen mengizinkan prolactin yang mana rahasia oleh kelenjar pitutari yang di depan untuk bertindak sesuai dengan alveoli dada untuk merangsang produksi memerah susu wanita. Yang menyusui tingkatan prolaktin sisa angkatan tinggi. Penerusan rangsangan kantung di dalam indung telur adalah menindas wanita-wanita yang tidak menyusui. Tingkatan siklus prolaktin jatuh pada 14-12 hari kelahiran. Rahasia hormon merangsang kelenjar pitutos yang di depan untuk bertindak sesuai dengan indung telur yang mendorong ke arah resumpation tentang pola teladan normal dan progestron pertumbuhan kantung produksi ovulasi dan haid.

POST PARTUM BLUES

A. Pengertian

Saat-saat mcmbahagiakan bagi ibu yang baru saja bersalin adalah melihat, memeluk dan mencium bayinya. Namun perasaan bahagia sering diselingi munculnya keluhan psikis maupun fisik.

Melahirkan adalah karunia terbesar bagi wanita dalam hidupnya. Sayangnya tak semua menganggap seperti itu, bahkan ada juga wanita yang mengalami depresi setelah melahirkan. Depresi ini dalam bahasa kedokterannya adalah depresi postpartum blues atau baby blues.

Postpartum blues atau baby blues merupakan kesedihan atau kemurungan setelah melahirkan, biasanya hanya muncul sementara waktu yakni sekitar dua hari hingga dua minggu sejak kelahiran bayi.

Mereka akan mengalami perasaan depresi, kesulitan untuk berkonsentrasi, selera makan yang berubah (bisa lebih banyak atau berkurang sama sekali), jadi susah tidur meskipun si bayi tidur nyenyak, gampang tersinggung, timbul perasaan sedih dan bersalah. Biasanya semua keluhan ini akan terlihat sekitar 3-4 hari setelah melahirkan dan berlangsung sampai sekitar beberapa hari sesudahnya.

Sebetulnya ini merupakun hal yang normal dan akan hilang dengan sendirinya sekitar 10-14 hari setelah melahirkan. Tapi ada juga yang mengalami gejala yang lebih berat dan berlangsung lebih lama, yang dinamakan dengan postpartum depression.

B. Etiologi

  1. Perubahan Hormon
  2. Stress
  3. ASI tidak keluar
  4. Frustasi karena bayi tidak mau tidur, nangis dan gumoh
  5. Kelelahan pasca melahirkan, dan sakitnya akibat operasi
  6. Suami yang tidak membantu, tidak mau mengerti perasaan istri maupun persoalan lainnya dengan suami
  7. Problem dengan Orangtua dan Mertua
  8. Takut kehilangan bayi
  9. Sendirian mengurus bayi, tidak ada yang membantu
  10. Takut untuk memulai hubungan suami istri (ML), anak akan terganggu
  11. Bayi sakit (Kuning, dan lain-lain).
  12. Rasa bosan si Ibu
  13. Problem dengan si Sulung

Meskipun ada sebagian wanita yang langsung merasa tertekan setelah melahirkan, ada juga yang baru akan merasakannya setelah beberapa minggu atau bulan kemudian. Perasaan depresi yang terjadi setelah 6 bulan setelah melahirkan kemungkinan besar adalah merupakan suatu postpartum depression.

Tidak jarang, ada beberapa kasus yang mengarah kepada postpartum psikosis. Ini adalah suatu penyakit yang serius karena semua gejala postpartum depression akan timbul dan tidak jarang akan berakhir dengan menyakiti diri sendiri dan bahkan sampai membahayakan nyawa sang bayi.

Postpartum depression bisa terjadi jika mengalami hal-hal dibawah ini :

  • Previous postpartum depression
  • Depresi yang tidak ada hubungannya dengan kehamilan
  • Premenstrual syndrome (PMS) yang berat
  • Hubungan pernikahan yang tidak harmonis
  • Tidak mempunyai sanak saudara atau teman yang bisa diajak curhat
  • Kehidupan yang sulit selama kehamilan atau sesudah melahirkan (misalnya mengalami penyakit berat selama kehamilan, bayi premature atau proses kelahiran yang complicated)

C. Gcjala

Berbagai hal berikut merupakan gejala gangguan psikologis yang biasanya dialami ibu setelah bersalin :

1. Merasa bosan, sedih, bahkan menangis sesudah melahirkan, ibu merasa ‘bosan’ karena yang dihadapinya sehari-hari hanyalah seputar perawatan dan pengasuhan bayi yang cukup merepotkan. Apalagi jika tidak ada siapapun yang membantu. Di sisi lain, bayi yang semula manis kini sering rewel dan menangis tiada hentinya. Semua cara sudah dikerahkan tapi si kecil tetap saja menangis. Rasa keccwa atau kesal bercampur aduk karena segala upaya yang sudah dilakukan ternyata tak membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

2. Mudah marah, tersinggung dan persaan lebih sensitif kala melihat bayi menangis, sering muntah, dan sebagainya, ibu sccara tak sadar malah memarahi atau membentak si kecil. Di sisi lain, suami biasanya bingung kenapa isterinya jadi sensitif dan mudah tersinggung, dan menimbulkan ibu semakin kesal pada suami, orang tua, dan mertua jika mereka tidak membantu menyelesaikan masalah. Di sisi lain, ibu mungkin kurang terbuka atau enggan mengemukakan kendala yang sedang dialami. Sebenarnya, karena tidak pernah curhat itulah, orang-orang terdekat jadi tak memahaminya apa sebenarnya yang tengah dirasakan. Pada akhirnya terjadi konflik dengan suami, orang tua, atau mertua.

3. Merasa terasing, bersalah, dan malu selama berada di RS, begitu usai melahirkan, ibu mendapatkan perhatian penuh dari keluarga, kerabat, teman dan lainnya. Namun, bagitu pulang ke rumah, kondisi bisa berubah 180 derajat. Ibu kurang mendapat perhatian dari lingkungan terdekat dan harus mengurus si bayi lebih intens dari siapa pun karena suami mulai kembali sibuk bekerja. Masalah bisa makin bertumpuk tatkala ibu menemui kesulitan dalam memberikan ASI misalnya, sementara tuntutan mengurus kebutuhan suami dan diri sendiri harus tetap dipenuhi. Bayangan semula yang terasa menyenangkan kini menyergap dalam bentuk aneka kerepotan. Akibatnya ibu merasa terasing. Belum lagi bila orangtua atau mertua banyak memberi komentar atau terlalu ikut campur soal pengurusan anak hanya karena merasa lebih berpengalaman. Hal-hal semacam ini gampang membuat ibu semakin bingung. Dalam hati, muncul rasa bersalah sekaligus malu dikomentari kurang terampil mengurus anak dan sebagainya.

D. Penanganan

Pelajari diri sendiri

Pelajari dan mencari informasi mengenai depresi postpartum, sehingga Anda sadar terhadap kondisi ini. Apabila terjadi, maka Anda akan segera mendapatkan bantuan secepatnya.

Tidur dan makan yang cukup

Diet nutrisi cukup penting untuk kesehatan, lakukan usaha yang terbaik dengan makan dan tidur yang cukup. Keduanya penting selama periode postpartum dan kehamilan.

Olahraga

Olahraga adalah kunci untuk mengurangi postpartum. Lakukan peregangan selama 15 menit dengan berjalan setiap hari, sehingga membuat Anda merasa lebih baik dan menguasai emosi berlebihan dalam diri Anda.

Hindari perubahan hidup sebelum atau sesudah melahirkan

Jika memungkinkan, hindari membuat keputusan besar seperti membeli rumah atau pindah kerja, sebelum atau setelah melahirkan. Tetaplah hidup secara sederhana dan menghindari stress, sehingga dapat segera dan lebih mudah menyembuhkan postpartum yang diderita.

Beritahukan perasaan Anda

Jangan takut untuk berbicara dan mengekspresikan perasaan yang Anda inginkan dan butuhkan demi kenyamanan Anda sendiri. Jika memiliki masalah dan merasa tidak nyaman terhadap sesuatu, segera beritahukan pada pasangan atau orang terdekat.

Dukungan keluarga dan orang lain diperlukan

Dukungan dari keluarga atau orang yang Anda cintai selama melahirkan, sangat diperlukan. Ceritakan pada pasangan atau orangtua Anda, atau siapa saja yang bersedia menjadi pendengar yang baik. Yakinkan diri Anda, bahwa mereka akan selalu berada di sisi Anda setiap mengalami kesulitan.

Persiapkan diri dengan baik

Persiapan sebelum melahirkan, sangat diperlukan. Ikutlah kelas senam hamil yang sangat membantu, serta buku atau artikel lainnya yang Anda perlukan. Kelas senam hamil akan sangat membantu Anda dalam mengetahui berbagai informasi yang diperlukan, sehingga nantinya Anda tak akan terkejut setelah keluar dari kamar bersalin. Jika Anda tahu apa yang diinginkan, pengalaman traumatis saat melahirkan akan dapat dihindari.

Lakukan pekerjaan rumah tangga

Pekerjaan rumah tangga sedikitnya dapat membantu Anda melupakan golakan perasaan yang terjadi selama periode postpartum. Kondisi Anda yang belum stabil, bisa Anda curahkan dengan memasak atau membersihkan rumah. Mintalah dukungan dari keluarga dan lingkungan Anda, meski pembantu rumah tangga Anda telah melakukan segalanya.

Dukungan emosional

Dukungan emosi dari lingkungan dan juga keluarga, akan membantu Anda dalam mengatasi rasa frustasi yang menjalar. Ceritakan kepada mereka bagaimana perasaan serta perubahan kehidupan Anda, hingga Anda merasa lebih baik setelahnya.

Dukungan kelompok Depresi Postpartum

Dukungan terbaik datang dari orang-orang yang ikut mengalami dan merasakan hal yang sama dengan Anda. Carilah informasi mengenai adanya kelompok depresi postpartum yang bisa Anda ikuti, sehingga Anda tidak merasa sendirian menghadapi persoalan ini.

KESEDIHAN DAN DUKA CITA

Masa nifas adalah masa 2 jam setelah lahirnya placenta sampai enam minggu berikutnya. Waktu yang tepat dalam rangka pengawasan Post Partum adalah 2-6 jam, 2 jam - 6 hari, 2 jam - 6 minggu (atau boleh juga disebut 6 jam, 6 hari dan 6 minggu ).

Pengawasan dan asuhan post partum masa nifas sangat diperlukan yang tujuannya adalah sebagai berikut :

1. Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologi.

2. Melaksanakan sekrining yang komprehensif, mendeteksi masalah mengobati, atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.

3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, KB, menyusui, pemberian imunisasi pada saat bayi sehat.

4. Memberikan pelayanan KB.

Gangguan yang sering terjadi pada masa nifas berupa gangguan psikologis seperti Post Partum Blues (PPS), depresi post partum dan post partum psikologi.

Kekecewaan emosional yang mengikuti rasa puas dan takut yang dialami kebanyakan wanita karena adanya perubahan peran. Rasa sakit yang timbul pada masa nifas awal. Kelelahan karena kurang tidur selama persalinan dan post partum. Kecemasan pada kemampuan untuk merawat bayinya. Rasa takut menjadi tidak menarik lagi bagi suaminya.

Ibu mengalami kesenduan, kepedihan hati, kekecewaan dan penderitaan batin, misalnya anak yang dilahirkan hasil diluar pernikahan, sehingga anak yang dilahirkan memberikan beban perasaan, noda-noda yang cukup berat dalam hidupnya. Jenis kelamin bayinya tidak sesuai dengan idamannya ataupun idaman suaminya atau mertuanya. Bayi yang dilahirkan mengalami kecacatan timbul perasaan tidak cinta kepada anaknya. Bagi ibu-ibu yang bercerai maka kelahiran anaknya merupakan peristiwa yang tidak menyenangkan.

Dalam menjalani adaplasi setelah melahirkan, ibu akan mengalami fase-fase sebagai berikut :

a. Fase Taking in yaitu periode ketergantungan yang berlangsung pada hari pertama sampai hari kedua setelah melahirkan. Pada saat itu fokus perhatian ibu terutama pada dirinya sendiri. Pengalaman selama proses persalinan sering berulang diceritakannya. Hal ini membuat cenderung menjadi pasif terhadap lingkungannya.

b. Fase taking hold yaitu periode yang berlangsung antara 3-10 hari setelah melahirkan. Pada fase ini ibu merasa khawatir akan ketidakmampuannya dan rasa tanggung jawabnya dalam merawat bayi. Pada fase ini ibu memerlukan dukungan karena saat ini merupakan kesempatan yang baik untuk menerima berbagai penyuluhan dalam merawat diri dan bayinya sehingga timbul pcrcaya diri.

c. Fase letting go merupakan fase menerima tanggung jawab akan peran barunya yang berlangsung sepuluh hari setelah melahirkan. Ibu sudah dapat menyesuaikan diri, merawat diri dan bayinya sudah meningkat.

Ada kalanya, ibu mengalami perasaan sedih yang berkaitan dengan bayinya. Jika hal ini terjadi, disarankan untuk melakukan hal-hal berikut ini :

- Minta bantuan suami atau keluarga yang lain, jika membutuhkan istirahat untuk menghilangkan kelelahan.

- Beritahu suami mengenai apa yang sedang ibu rasakan. Mintalah dukungan dan pertolongannya.

- Buang rasa cemas dan kekhawatiran akan kemampuan merawat bayi karena semakin sering merawat bayi, ibu akan semakin terampil dan pcrcaya diri.

- Carilah hiburan dan luangkan waktu untuk diri sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar